Lompat ke konten
Beranda » Berita

Berita

Kultum Rutin: Menemukan Makna Diri di Bulan Ramadhan


Sleman – SMK Muhammadiyah 1 Sleman kembali menggelar kegiatan kultum rutin yang diikuti oleh seluruh guru, dan karyawan. Pada kesempatan kali ini, kultum disampaikan oleh Ust. Nur Fandi, S.Pd dengan tema “Menemukan Makna Diri di Bulan Ramadhan.”

Dalam tausiyahnya, Ust. Nur Fandi mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum refleksi diri dan peningkatan kualitas keimanan. Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan suci penuh kebaikan yang mengajarkan arti berbagi dan mengasihi sesama.

Selengkapnya »Kultum Rutin: Menemukan Makna Diri di Bulan Ramadhan

CANVA AI

Game Al Islam – Ismuba Corner 🕌 Game Al Islam Ismuba Corner – Belajar Islam dengan Menyenangkan 📚 Selamat Datang di Game Al Islam! Uji pengetahuan Anda tentang dasar-dasar agama Islam melalui kuis interaktif yang menyenangkan. Aturan Permainan: • 10… Selengkapnya »CANVA AI

Teladan Abdurrahman bin Auf: Kaya Raya, Hati Sederhana

Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkenal kaya raya karena keberhasilan berdagang sebelum Islam. Namun yang mengagumkan, meski harta melimpah ia tidak pernah sombong dan justru hidup sangat sederhana . Setelah masuk Islam, Abdurrahman tetap berdagang halal namun tetap rendah hati. Umat Muslim mengenal beliau sebagai sosok yang luar biasa dermawan dan ikhlas. Rasulullah SAW bahkan pernah berkata bahwa Abdurrahman akan masuk surga “dengan merangkak” karena kekayaannya, maksudnya adalah beliau selalu menginfakkan hartanya .


Kekayaan dan Kesederhanaan dalam Kehidupan

Selengkapnya »Teladan Abdurrahman bin Auf: Kaya Raya, Hati Sederhana

Larangan Taqlid Buta

Ismuba Corner – Rabu, 16 Juli 2025 Kajian Rabu Malam Muhammadiyah Sleman (KAROMAMU) kembali hadir dengan tema yang sangat relevan bagi umat Islam, yakni Larangan Taqlid Buta.

Dalam kehidupan beragama, taqlid buta adalah sikap mengikuti ajaran atau kebiasaan tanpa dasar ilmu dan pemahaman. Islam tidak membenarkan perilaku ini karena dapat menjauhkan seseorang dari kebenaran, mematikan daya nalar, serta menyebabkan kesesatan massal yang diwariskan secara turun-temurun.

Selengkapnya »Larangan Taqlid Buta